Lontong Balap Surabaya

Lontong Balap Khas Kota Pahlawan

Surabaya,merupakan kota kelahiran Presiden pertama Indonesia,Ir. Soekarno. Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali. Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Menjadi orang yang gigih dan tangguh membuat beliau menjadi orang yang memerdekakan Indonesia dengan pengorbanan seluruh pahlawan Indonesia terdahulu.

Selain menjadi kota kelahiran Ir. Soekarno dan menjadi kota pahlawan karena banyaknya peristiwa bersejarah yang terjadi di Surabaya. Surabaya juga merupakan kota dengan kuliner yang khas, salah satunya adalah lontong balap. Kenapa ya namanya Lontong Balap?

Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam kemaron besar yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, yang berat dan dipikul keliling kota. Kemaron besar yaitu wadah terbuat dari tanah liat (dibakar menjadi warna merah bata). Karena bobot kemaron yang berat, sekarang tempat ini diganti dengan panci yang terbuat dari logam. Para penjual lontong balap ini, untuk berebut pembeli di perjalanan dan pembeli di pasar berjalan cepat-cepat menuju pos terakhir di Pasar Wonokromo, dari jalan cepat ini menimbulkan kesan berpacu sesama penjual (dalam bahasa Jawa: balapan), dari balapan ini kemudian dikenal dengan nama lontong balap.

Daripada penasaran dengan bentuk dan rasanya, sekarang juga Anda bisa membuat Lontong Balap sendiri dengan resep yang sudah kami siapkan dibawah ini:

Bahan

Bahan-bahan:

  • 4 bungkus Lontong ( 500 gr ), dipotong-potong agak tebal
  • 8 buah Tahu goreng matang, dipotong-potong agak tipis
  • 8 buah Lentho goreng
  • 200 gr Tauge
  • Kecap manis, secukupnya

Bahan-bahan kuah:

  • 1 ½ Ltr Air matang, untuk merebus daging ( 1 ilter diambil sebagai kaldu daging )
  • 250 gr Daging sapi yang berlemak
  • 50 gr Daun bawang diiris-iris
  • 3 sdm Minyak goreng, untuk menumis

Bumbu dihaluskan:

  • 6 siung Bawang merah
  • 3 siung Bawang putih
  • 1 sdt Merica bubuk
  • ¼ sdt Pala bubuk
  • Garam secukupnya

Bahan-bahan Lentho kacang tolo:

  • 75 gr Kacang tolo, direbus hingga empuk, ¾ bagian dihaluskan, ¼ bagian biarkan utuh
  • 1 butir Telur ayam, putihnya saja
  • ½ sdm Kecap manis Bango
  • Minyak goreng, untuk mengoreng

Dihaluskan:

  • 3 siung Bawang putih
  • 5 biji Cabe rawit
  • 1 cm Kencur segar
  • 1 lembar Daun jeruk
  • Garam, secukupnya

Cara Memasak

Cara membuat :

  1. Didihkan air matang didalam panci, lalu rebus daging sapi berlemak hingga empuk, angkat daging dari panci lalu potong-potong kecil, sisihkan.
  1. Ambil 1 liter air rebusan daging dari panci sebagai kaldu, sisihkan
  1. Panaskan minyak didalam wajan, kemudian tumis bumbu halus dan bawan daun iris hingga harum dan matang.
  2. Tuangkan kaldu sapi kedalamnya, didihkan kemudian masukkan potongan daging tadi, kecap manis dan penyedap ( bila menggunakannnya ), aduk rata dan masak hingga mendidih
  1. Masukkan tauge kedalamnya, biarkan sesaat, kemudian angkat tauge tersebut dan tiriskan, sisihkan Cara membuat Lentho kacang tolo: Dalam wadah, campurkan semua bahan-bahan letho dan aduk-aduk hingga tercampur merata , kemudian bentuk bulat- bulat pipih kecil, kemudian goreng hingga matang dan renyah

Penyajian Lontong Balap :

  1. Siapkan mangkuk saji, kemudian berurutan susun potongan lontong, potongan tahu goreng, taoge rebus dan potongan lentho, siram dengan kuah daging berbumbu, lalu taburi bawang goreng
  2. Sajikan bersama sambal bajak, kecap manis dan kerupuk goring

 


Leave Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

All rights reserved © HeroSoftMedia