artikel-10-inspirasi-baking-berapa-lama-sebaiknya-telur-disimpan-di-kulkas

Berapa Lama Sebaiknya Telur Disimpan di Kulkas?

Seperti pada umumnya produk makanan yang dibeli dari pasar swalayan, hampir semua jenis produk tersebut pasti akan disimpan ke dalam kulkas. Dengan begitu daya tahan produk tersebut akan lebih lama. Tapi apakah Anda tahu bahwa ada masa-masa tertentu dimana produk makanan tidak baik jika disimpan lama-lama di dalam kulkas? Terutama telur, karena telur adalah jenis bahan makanan yang paling sering digunakan dan sudah menjadi kebiasaan menyimpannya lama di kulkas.

Ada beberapa keadaan yang harus diperhatikan ketika menyimpan telur di dalam kulkas. Jika ada kerusakan pada cangkang telur, maka zat-zat di dalam telur akan terurai dan menjadi gas yang mengontaminasi bahan makanan lainnya yang disimpan di dalam kulkas. Selain itu, mikroba dari luar akan masuk ke dalam melalui pori-pori cangkang yang rusak sehingga telur menjadi tidak baik untuk dikonsumsi. Jika tidak sengaja mengonsumsinya akan membahayakan kesehatan tubuh.

Menyimpan telur di dalam kulkas memang ada keuntungan dan kekurangannya. Keuntungannya, usia telur menjadi lebih panjang, bakteri Salmonella tidak memperbanyak diri, telur menjadi tidak mudah busuk, dan selalu segar untuk dimasak. Tapi di sisi lain, kekurangannya adalah kualitas telur akan menurun, rasanya sedikit berubah, dan suhu telur yang disimpan menyebabkan telur tidak bisa langsung digunakan langsung untuk membuat kue, karena jika dibiarkan dingin akan merusak resepnya.

Lalu bagaimana cara agar kita bisa mengetahui telur mana yang masih bisa segar dan yang tidak layak untuk digunakan?

Cara yang paling mudah adalah dengan menempatkan telur pada semangkuk atau segelas air putih bersih. Masukkan telur pada gelas atau mangkuk tersebut dan perhatikan apakah telur mengapung atau setengah tenggelam. Telur yang masih baik akan tenggelam, sedangkan telur yang tidak layak digunakan akan mengapung.

Selain itu, perhatikan juga bau dan warna cangkang telur. Jika ada perubahan warna seperti merah muda, hijau, atau warna lain selain warna cangkang telur, itu menandakan telur telah terkontaminasi bakteri Pseudomonas yang dapat menginfeksi darah, kulit, telinga, mata, saluran kemih, katup jantung, dan paru-paru.

Ciri-ciri lain yang ditunjukkan oleh telur yang sudah tidak layak digunakan adalah apabila ditemukan adanya bintil-bintik kecil berwarna hitam atau hijau di dalam telur. Hal itu menandakan bahwa telur telah terkontaminasi suatu jamur. Kemudian cobalah untuk mengocok telur, jika berbunyi agar keras, itu berarti telur sudah tidak segar. Sebaliknya, jika telur mengeluarkan bunyi keras saat di kocok, tandanya masih segar.

Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak menyimpan telur di dalam kulkas terlalu lama. Karena adanya bahaya bakteri serta jamur yang dapat berakibat fatal untuk tubuh kita. Jika Anda membeli telur di supermarket, periksa tanggal pengemasan telur pada sebuah karton yang terdapat pada kemasan. Sedangkan bagi Anda yang sering membeli telur di pasar, jangan menyimpan telur lebih dari 3 minggu.


Leave Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

All rights reserved © HeroSoftMedia