kopi giling vs kopi saset

Kopi Giling vs Kopi Saset, Mana Yang Lebih Sehat?

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kini. Kopi merupakan minuman yang cukup digemari oleh pria maupun wanita, tua dan muda. Minum kopi dipercaya dapat mengobati rasa kantuk dan lelah.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kopi memiliki kandungan anti-oksidan yang baik untuk mencegah radikal bebas merusak tubuh.

Ada kopi giling dari biji kopi asli, ada juga kopi instan dengan aneka rasa pilihan. Kopi giling rasa kopinya lebih kuat, bahkan terkadang ada juga yang meminumnya tanpa gula. Kopi instan biasanya sudah ada gulanya. Ada rasa original, latte, capucino, mocha, dan sebagainya.

Masyarakat di dunia ini yang tak terkecuali Indonesia juga masih banyak yang mengonsumsi kopi instan dikarenakan efisiensi waktu dan juga rasanya yang bagi kebanyakan orang beranggapan enak. Kopi instan muncul pada first wave era ketika pada masa itu industri kopi sedang tergila-gila dengan sesuatu yang praktis dan mudah. Yang pada masa-masa itu sedang dalam gencarnya peristiwa Perang Dunia yang sehingga kedatangan kopi instan pun disambut dengan sangat baik oleh para tentara yang membutuhkan konsumsi kafein di medan perang agar lebih semangat dan tak mudah mengantuk. Kopi instan menjadi idola pada masanya dan masih menjadi salah satu kopi yang banyak dikonsumsi.

Hingga saat ini pun, kopi instan masih menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat karena alasan yang mudah dan praktis. Memanglah kopi instan menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Namun ingatlah kembali, jika segala yang instan itu belum tentu baik. Maka dari itu, sangat disarankan untuk tidak terus menerus mengonsumsi kopi instan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi kopi giling vs kopi saset, mana yang lebih sehat? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Kopi Instan Diolah Tidak Secara Alami

Saat mengolah kopi instan, banyak zat kimia yang ikut terlibat di dalamnya. Tak seperti menyeduh kopi giling, kopi instan telah diciptakan sedemikian rumitnya agar dapat dinikmati dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Kopi instan memakan banyak sekali zat kimia yang jika dipaparkan terdengar sangat mengerikan. Banyak bahan pengawet yang digunakan untuk campuran kopi yang membuat kopi instan tahan lama.

Kadar Kolesterol

Kopi dari biji kopi murni dari kopi giling sebenarnya memiliki risiko yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh karena memiliki kandungan cafestol yang tinggi. Lalu apa kabar dengan kopi instan? Kopi instan memiliki kandungan cafestol yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dari biji kopi langsung. Cafestol adalah kandungan yang dapat ditemukan dalam kopi yang dibuat langsung dari biji kopi yang memiliki risiko dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di dalam biji kopi sudah berkurang sangat banyak pada kopi instan maupun kopi yang sudah melalui proses filter.

wanita minum kopi

Kandungan Racun

Meskipun kopi giling memiliki kelemahan dalam kadar kolestrol namun sebenarnya ada kandungan yang lebih buruk dari kopi instan. Yaitu kopi instan ternyata memiliki kandungan acrylamide dalam kadar yang tinggi, senyawa kimia yang telah melalui proses penelitian dan dapat berkontribusi sebagai penyebab kanker pada hewan yang menjalani tes.

Menurut Food and Drug Administration atau FDA, acrylamide dapat menyebabkan kerusakan saraf dan dapat terbentuk secara alami dalam beberapa jenis makanan yang dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Dan bahkan hingga sekarang pun, acrylamide masih terus diteliti untuk memastikan bahayanya bagi kesehatan, namun kopi instan jelas memiliki kandungan acrylamide yang tinggi, sebesar 458 parts-per-billion atau ppb, apabila dibandingkan dengan 13 ppb pada kopi giling yang dibuat dari biji kopi murni.

Kandungan Anti-Oksidan

Seperti yang kita ketahui bahwa kopi giling dari biji kopi murni mengandung anti-oksidan alami yang kaya akan asam klorogenat yang mampu membantu melindungi tubuh terhadap radikal bebas yang berbahaya. Dan anti-oksidan yang terkandung dalam kopi giling dari biji kopi murni mampu membantu melawan sel penuaan. Yang tentunya kopi instan tidak mengandung anti-oksidan yang dibutuhkan tubuh. Proses pembuatan kopi instan yang tak alami menghilangkan anti-oksidan yang ada di dalam kopi. Itu kenapa kopi instan tak baik untuk dikonsumsi.

Kandungan Kafein

Sebenarnya justru kopi instan mengandung kafein yang lebih rendah daripada kopi giling. Di dalam kopi instan, hanya terdapat sekitar 27 mg kafein per sajiannya. Sajiannya sendiri biasa memiliki takaran satu sendok teh. Sementara itu, di dalam kopi dari biji kopi yang digiling, terdapat minimum kadar kafein sebanyak 95 mg.

Efek Halusinasi

Yang pada suatu hari terdapat sebuah penelitian diungkapkan yang dilakukan oleh Durham University menunjukkan bahwa hasil adanya risiko tinggi untuk mengalami halusinasi pada mereka yang merupakan peminum 7 kali lebih banyak kopi instan daripada peminum kopi giling per harinya. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya peningkatan produksi kortison, yang membuat hormon stres dalam tubuh akibat mengonsumsi kopi instan. Namun, hal tersebut masih tetap terus diteliti dengan seiring berjalannya waktu.

Dengan alasan-alasan tersebut tentu Anda sekalian dapat menyimpulkan bukan kopi giling vs kopi saset, mana yang lebih sehat bukan? Tentunya kopi giling dengan biji kopi murni yang meskipun terdapat sedikit kelemahan, namun kelebihanya dapat menutupi kekurangan yang dimiliki kopi giling.


Leave Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

All rights reserved © HeroSoftMedia