perkembangan food delivery

Perkembangan Food Delivery

Mau makan sesuatu yang sudah lama diidamkan tapi malas bergerak untuk pergi ke restoran atau tempat makanan tersebut dijual? Tak perlu ambil pusing lagi. Karena pengiriman makanan saat ini telah berkembang sangat pesat mengikuti perkembangan teknologi yang canggihnya tak terkira.

Pada masa teknologi belum secanggih saat ini, food delivery terbilang agak rumit dan terhitung tidak efisien karena dapat menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Namun dengan seiring perkembangan zaman, beragam restoran menggunakan platform dalam pengiriman makanan yang dapat dilakukan secara online.

Platform jasa food delivery online memperluas pilihan dan kenyamanan, dilakukan untuk memudahkan para pelanggan dalam memesan makanan di restoran hanya dengan satu sentuhan dari ponsel mereka.

Bisnis pengiriman makanan tak hanya berada di Indonesia. Menurut penelitian dari McKinsey, berdasarkan studi enam bulan yang mencakup 16 negara di seluruh dunia, memberikan wawasan tentang pasar yang cepat berubah ini.

Bisnis jasa food delivery mengalami perubahan pesat karena platform online baru yang berlomba merebut pasar dan pelanggan di seluruh Amerika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Meskipun tipe bisnis ini terhitung baru, food delivery menjadi menarik karena valuasinya tinggi, bahkan sudah bernilai lebih dari $ 1 miliar.

Di seluruh dunia, market size untuk pengiriman makanan mencapai 83 miliar euro. Padahal ini baru 1 persen dari total pasar makanan dan 4 persen makanan dijual melalui restoran dan rantai makanan cepat saji. Industri ini sudah matang di sebagian besar negara, dengan tingkat pertumbuhan tahunan keseluruhan diperkirakan hanya 3,5 persen dalam lima tahun ke depan.

Sejauh ini, bentuk pengiriman yang paling umum adalah model tradisional, yaitu dengan memesan langsung ke restoran yang dituju. Hal ini dilakukan dengan  menelepon atau mengirim SMS ke hotline restoran tersebut.

Contohnya seperti pada layanan delivery pada restoran pizza lokal, restoran Chinese dan restoran cepat saji. Walaupun sekarang sudah banyak jenis restoran lainnya, terutama di daerah perkotaan, yang menawarkan pengiriman makanan langsung.

Konsumen tinggal menunggu pengantar makanan restoran tersebut membawa makanan sampai ke depan pintu rumah. Kategori tradisional ini memiliki pangsa pasar 90 persen, dan sebagian besar pesanan tersebut-hampir tiga perempat masih dilakukan melalui telepon.

Namun, seperti dibanyak sektor lainnya, pertumbuhan teknologi digital dapat mengubah pasar. Konsumen yang terbiasa berbelanja online melalui aplikasi atau situs web, dengan kenyamanan dan transparansi maksimal, semakin mengharapkan pengalaman yang sama saat memesan makanan.

Teknologi digunakan untuk membangun model pengiriman makanan tradisional, menawarkan akses ke beberapa restoran melalui satu portal online. Sistem seperti ini sering disebut dengan nama aggregator.

Dengan masuk ke satu situs atau satu aplikasi mobile, konsumen dapat dengan cepat membandingkan menu, harga, dan ulasan makanan dari konsumen lain.

Aggregator ini mengambil profit margin pesanan yang tetap, yang dibayar oleh restoran, dan restoran yang menangani pengiriman sebenarnya. Tidak ada biaya tambahan untuk konsumen.

Dengan model aset-ringan, aggregator mencatat laba sebelum beberapa penghitungan lain seperti marjin bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 40 sampai 50 persen.

Untuk pengiriman makanan model baru, para pemain dalam kategori ini juga menyediakan logistik untuk restoran. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuka segmen baru dari pasar restoran untuk pengiriman ke rumah. Contohnya restoran kelas atas yang secara tradisional tidak menyediakan food delivery.

Bisnis pengiriman makanan model baru ini dikompensasi oleh restoran dengan margin tetap, serta dengan tambahan biaya tetap yang kecil dari pelanggan. Meskipun biaya yang dikeluarkan lebih tinggi untuk membiayai operasional kendaraan dan pengemudi, para pemain pengiriman model baru mencapai margin EBITDA lebih dari 30 persen.

Contoh pemain dalam industri ini adalah Deliveroo dan Foodora, yang terus memperluas jangkauan bisnis ke wilayah baru. Kami percaya bahwa pasar yang dapat divaluasi untuk food delivery model baru akan mencapai lebih dari € 20 miliar pada tahun 2025.

Untuk restoran, model baru ini menawarkan tambahan income dan tingkat pemanfaatan fasilitas dapur yang lebih tinggi, serta peluang untuk membangun hubungan dengan kumpulan pelanggan baru.

Platform semacam ini menawarkan pemasaran gratis dan jaringan logistik untuk restoran yang sebelumnya tidak dapat mengantarkan makanan.

Sementara sekitar 1 persen pelanggan lokal saat ini akan bermigrasi ke pengiriman makanan ke rumah. Total biaya pengeluaran rumah tangga (berpenghasilan tinggi) untuk beli makan di restoran akan meningkat sekitar 10 persen.

Namun, ada pula potensi negatif jika lebih banyak pelanggan high-end memilih untuk mengonsumsi makanan restoran di rumah. Kekurangan tersebut adalah: restoran memiliki sedikit kontrol atas pengalaman pelanggan. Bisa saja makanan tidak sampai ke alamat pengiriman, atau makanan menjadi dingin dan cita rasanya sudah berubah ketika dipaketkan.

jasa pengiriman makanan

Keuntungan yang bisa didapatkan bagi para pelanggan yang menggunakan jasa food delivery baru ini adalah kenyamanan, pilihan yang lebih banyak, dan lebih banyak restoran daripada sebelumnya tersedia untuk pengiriman makanan. Ini sangat menarik bagi pelanggan yang mencari alternatif yang lebih sehat daripada pizza. Pelanggan juga mendapat manfaat dari kemampuan untuk melacak pengiriman secara real time.

Pemain bisnis food delivery model baru dapat mengontrol pengalaman konsumen secara lebih utuh. Selain itu, dengan portofolio restoran mereka yang luas, yang sebelumnya hanya menyajikan makanan di tempat mereka, para pemain pengiriman baru dapat memasuki segmen konsumen baru untuk pengiriman makanan di rumah.

Dengan bekerja sama dengan restoran kelas atas, pemain pengiriman baru dapat mendapat pesanan rata-rata lebih tinggi daripada aggregator.

Kekurangan terbesar adalah kebutuhan untuk berinvestasi pada armada pengiriman dan pengemudi, yang dapat dengan cepat berubah menjadi arus kas jika operator tidak dapat mencapai tingkat pemanfaatan yang tinggi.

Ini adalah peluang baru memperluas pengiriman makanan ke sekelompok restoran dan pelanggan baru. Daripada bersaing langsung dengan aggregator, pemain pengiriman baru memperluas pasar secara keseluruhan.

Namun mungkin saja di masa depan akan ada restoran pengiriman tradisional yang lebih rendah juga bermigrasi ke pengiriman baru karena mereka akan merasa lebih hemat biaya untuk melakukan outsourcing logistik; dengan demikian, pengiriman baru menimbulkan setidaknya ancaman gangguan potensial bagi para aggregator.

Pertumbuhan pengiriman model baru didorong oleh dua sumber permintaan konsumen.
Pertama sebagai pengganti makan di restoran. Dengan pengiriman baru, konsumen dapat bersantap di rumah dengan kualitas makanan yang sama yang dapat dinikmati di restoran mewah.  Beberapa platform bahkan menyertakan restoran berbintang Michelin dalam bisnis mereka di kota-kota terpilih.
Sumber permintaan kedua adalah sebagai pengganti makanan yang disiapkan dan dikonsumsi di rumah.

Seperti Itulah perkembangan food delivery yang marak berkembang di dunia akhir-akhir ini.


Leave Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

All rights reserved © PT Sriboga Flour Mill